Selasa, 13 April 2010

Bagaimana Kualitas Helm Hadiah Beli Motor !!!

Naik motor wajib pakai helm, kita semua sudah tahu itu. Bahkan kesadaran pakai helm agaknya sudah mulai mendarah daging di tubuh para biker. Kesadaran yang makin tinggi ini di tunjukan dengan laris manisnya dagangan para produsen pembuat helm.
Helm mahal sekalipun tetap dibayar loh! Helm lokal KYT misalnya, punya tipe full face seri Carbon-Z punya harga Rp 1,6 sampai 1,8 jeti kabarnya laku juga. Bahkan helm half face berbagai merek dari KYT, INK, NHK dan banyak lagi, dijual pada rentang harga minimal Rp 150 sampai Rp 200 ribuan tetap laris bak kacang goreng.
Helm ini rata-rata punya kualitas baik. Dari bahan batok helmnya yang ringan namun kuat, busa yang nyaman sampai kualitas visornya yang baik. Selain keamanan, faktor “G” atau gengsi juga jadi perhatian para biker. Helm mahal biasanya punya tampilan yang menarik. Warna misalnya dari yang corak warna-warni, karbon sampai replika pembalap lokal tersedia di pasaran.

Tren ini berbanding terbalik dengan dua-tiga tahun lalu yang para pengendara masih ogah-ogahan pakai helm. Beli motor puluhan juta bisa tapi malas beli helm. Paling banter helm cetok yang biasa dipakaikan tukang ojek untuk penumpangnya.

Untungnya sejak dahulu saat beli motor baru, pihak pabrikan sudah menyediakan helm biasanya sebagai bagian dari paket pembelian. Namun sayangnya kesadaran konsumen terhadap pelindung kepala yang berkualitas tidak dibarengi dengan kesadaran pabrikan memberikan helm yang berkualitas pula.

Coba deh, yang baru beli motor atau pernah beli motor baru. Perhatikan kualitas helmnya? Layak pakai ga? Dulu mungkin oke lah, tapi sekarang helm bawaan motor nasibnya jadi dibuang sayang enggak dibuang menuh menuhin rumah, alias mubazir.

Dulu saat kesadaran biker belum seperti sekarang, helm bawaan pabrik bolehlah dijadikan contoh yang benar. “Seperti ini loh helm standar yang benar”. Tapi sekarang kayaknya udah enggak cocok lagi. Konsumen maunya di service lebih dong. Beli motor sekalian dapat helm yang layak pakai dan enggak malu-maluin.

Jadi ada value lebih dari uang belasan bahkan puluhan juta yang dikeluarkan untuk beli motor meski hanya untuk sebuah helm. Saat ini yang memberikan kualitas baik mungkin hanya beberapa. Kawasaki untuk pembelian tipe Ninja. Atau Yamaha lewat program appareal-nya. Tapi konsumen tetap harus beli, bukan bagian dari paket pembelian motor.

Padahal kalau pabrikan mau memenuhi standar helm yang lebih baik buat konsumen ada keuntungan yang didapat. Pertama menguatkan image baik merk atau tipe motor yang bersangkutan. “Wah, motornya keren, waktu saya naik jadi lebih ganteng pakai helm keren ini,” mungkin gitu kira-kira kata si pembeli motor. Disini helm dijadikan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan si motor.

Yang kedua, promo berjalan dong. Enggak selalu helm yang bertuliskan motor merek A dipakai hanya ketika berkendara dengan merk A, saat naik motor B, C, D, tetap nyaman dengan helm dari motor A karena kualitasnya bagus. Enggak banyak orang iseng yang punya helm lebih dari satu. Biasanya saat punya satu dan nyaman akan terus dipakai. Tul ga? Coba lihat diri sendiri?

Selain itu juga bisa menumbuhkan loyalitas. Gimana bisa loyal sama salah satu merek kalau tidak ada pelayanan dan fasilitas yang nyaman? Dan ujung dari up grade standarisasi helm ini balik lagi ke konsumen yang bakal diuntungkan. “Hore dapat helm bagus!”

Agaknya langkah ini bisa dilakukan sebagai wujud nyata kepedulian pabrikan sepeda motor untuk keselamatan para pengendara sepeda motor. Dari pada ngeluarin duit milyaran rupiah untuk bikin event hura-hura yang dalihnya wujud terima kasih buat konsumen, lebih baik disisihkan untuk hal ini.
Gimana, siapa yang enggak setuju?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar